Thursday, 22 September 2016

PEMELIHARAAN AYAM BANGKOK DEWASA

Pemeliharaan ayam bangkok Dewasa
Setelah ayam berumur antara 6 - 7 bulan, ayam-ayam diseleksi, baik yang nantinya bakal dijadikan bibit induk betina ataupun bibit pejantannya ataupun pejantan-pejantan yang siap untuk dijadikan ayam aduan. Hasil ayam yang terseleksi tersebut kemudian  dipindahkan kedalam kandang dewasa. Pemindahan ayam ke dalam kandang dewasa dilakukan pada malam hari supaya ayam tidak stress. Sebelum dilakukan pemindahan, sebaiknya ayam-ayam diberi obat anti stress yang dicampur dalam air minumnya.
Ayam-ayam sebagai calon induk (untuk pembibitan) dapat dikandangkan bersama dengan ayam jantan yang dipersiapkan untuk dijadikan calon induk pejantan.  Rasio jantan : betina disesuaikan/ tergantung dengan cara-cara perkawinan yang akan dilakukan. Apakah akan menggunakan sistem Flock Mating, pen mating, stud mating atau akan menggunakan sistem IB. Apapun sistem perkawinannya, kapasitas untuk ayam dewasa tetap 3 - 4 ekorper meter2.

Kegiatan harian:
1.    memberi pakan, air minum dan kontrol kesehatan
2.    mempersiapkan ayam betina sebagai calon induk yang berkualitas dan menghasilkan keturunan anak ayam-anak ayam bangkok yang bermutu
3.    melatih dan merawat calon pejantan
4.    membuat format dan mengisi rekording(catatan)
    Bagaimana cara  melatih calon ayam pejantan?
Agar dapat dihasilkan ayam bangkok jantan yang handal yang mempunyai penampilan yang menarik, stamina kuat dan tahan fisik maka dibutuhkan latihan-latihan yang terprogram. Oleh sebab itu sebelum kegiatan pelatihan dimulai, dibuat dahulu program pelatihannya.
Pelatihan dan perawatan untuk ayam bangkok calon pejantan diantaranya adalah sbb:
1.    Memandikan.
Dalam memandikan ayam bangkok, cukup dengan menggunakan handuk yang dibasahi dengan air dingin (jangan air hangat, menyebabkan bulunya rusak). Pertama yang dibasahi adalah bagian kepala, leher, kemudian dibagian tengkuk sampai pangkal sayap, bagian dada sampai bagian kloaka.Khusus untuk bagian punggung tidak perlu dimandikan.
2.    Menjemur
Setelah dimandikan pada pagi hari, sebaiknya ayam dijemur kira-kira 15-20 menit dalam kandang kurungan.
3.    Melatih
Beberapa latihan untu ayam bangkok yang harus dilakukan antara lain:
a.    Latihan untuk otot tulang dada.
    Latihan ini dilakukan dengan cara tangan kanan memegang bagian dada dan tangan kiri memegang bagian bawah pantat. Kemudian dengan posisi jongkok, ayam dilemparkan ke udara (keatas, tetapi tidak boleh terlalu tinggi). Latihan ini dilakukan setiap hari, dan frekuensi pelemparan semakin hari ditambah sehingga sampai ayam tersebut terbiasa dengan frekuensi lemparan 40-50 kali.
b.    Latihan untuk mengembangkan kemampuan otot sayap, paha, kaki, pernafasan, urat syaraf dan sebagainya. Caranya secara hati-hati pangkal ekor dipegang dan diangkat kemudian menyebabkan seluruh tubuh  ayam akan bergerak secara bebas.
c.    Latihan untuk otot leher, otot kaki. Caranya memegang bagian depan dan belakang dari tubuh ayam dengan kedua pergelangan tangan.Dengan posisi jongkok, kita gerakkan kedua pergelangan tangan kedepan, kebelakang, kekiri dan kekanan. Latihan ini cukup dilakukan 2 menit perhari pada tahap awal, kemudian ditambah terus sampai 5 menit per hari
d.    Latihan untuk menguatkan dan meningkatkan kelenturan otot terutama paha dan kaki.
    Caranya, secara perlahan-lahan punggung ayam ditekan secara lembut, dan tekanan ini diperkuat sehingga ayam menggeliat.
e.    Latihan untuk meningkatkan tenaga fisik
    Caranya, ayam dilatih ditepian kolam atau sungai yang dangkal. Kemudian ayam tersebut dimasukkan kedalam air tersebut, maka dengan sendirinya ayam akan meronta-ronta ingin keluar dari kolam.
f.    Latihan untuk menjaga keseimbangan tubuh
    Caranya dengan meletakkan ayam pada tenggeran atau ayunan yang bergoyang. Ketika ayunan bergerak maju mndur maka ayam akan berusaha untuk tidak jatuh

No comments:

Post a Comment