Thursday, 22 September 2016

SYARAT GEDUNG UNTUK SARANG WALET


Yang utama perlu diperhatikan dalam membuat kandang walet adalah suhu dan kelembapan ruangan kandangnya. Buat kondisi atau suasana ruangan seperti dalam gua-gua, yaitu dingin dan lembap. Suhu yang diinginkan walet adalah antara 24 - 26 derajat celcius dengan kelembapan 80 - 95 persen. Kondisi tersebut sama dengan kondisi di gua-gua (habitat asli walet). Untuk itu maka konstruksi kandang harus sesuai. Akan lebih baik apabila dalam ruangan kandang dilengkapi dengan alat untuk mengatur kelembapan yang disebut "hygrometer". Agar kondisi ruangan tetap stabil sesuai dengan keinginan walet maka ada beberapa usaha yang perlu dilakukan, misalnya membuat saluran-saluran air atau bak air atau tempayan tempat-tempat penampungan air di dalam ruangan gedung tersebut.
a.    Suhu
Agar suhu ruangan tidak mengalami fluktuasi yang sangat berbeda maka perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut.
1)    Bahan atap dapat memakai genting (jangan menggunakan atap seng atau asbes).
2)    Dinding bagian dalam ruangan dapat dikapur (bukan dicat).
3)    Di atas plafon dilapisi dengan jerami yang cukup tebal, yaitu sekitar 20 sampai 50 cm (fungsinya agar suhu luar kandang tidak mempengaruhi suhu plafon dan ruangan kandang. Demikian juga suara-suara bising tidak terdengar (teredam atau tidak mengganggu walet). Walet sangat sensitif terhadap benda-benda asing. Oleh sebab itu, agar jerami tidak jatuh ke bawah atau ke sarang maka sebelum diberi lapisan jerami, di atas plafon dilapisi dengan kain kasa yang sangat lembut, sehingga sekam tidak akan jatuh ke bawah.
b.    Kelembaban
Ada beberapa cara agar kelembapan dalam ruangan dalam keadaan optimal, di antaranya sebagai berikut.
1)    Dalam ruangan disediakan tempayan yang diisi air. Tempayan tersebut sebaiknya dibuat dari tanah liat. Akan lebih baik lagi kalau tempayan tersebut kondisinya sudah tua atau lumutan.
2)    Selain tempayan, dapat juga disediakan kolam yang berisi air. Baik tempayan maupun kolam, jangan biarkan air mengering atau berkurang. Kontrol apabila air kurang maka tambahkan air.
3)    Pada tembok dipasang pipa yang dialiri air sehingga dinding gedung akan selalu basah.
c.    Perlengkapan Gedung
1)    Kotak-kotak kecil yang dipasang di eternit
    Pada eternit/plafon gedung dilengkapi dengan kotak-kotak kecil. Kotak-kotak kecil ini berfungsi sebagai melekatnya sarang, sehingga walet akan bersarang lebih merata. Untuk menjaga agar kelembapannya terjaga 80 - 95%, maka ada baiknya pada dinding bagian atas dilengkapi dengan pralon pipa kecil, yang berfungsi untuk mengaliri air agar dinding gedung mudah disiram dengan air pada siang hari atau saat-saat diperlukan.
2)    Hygrotermometer
    Hygrotermometer adalah alat untuk mengukur temperatur (termometer) dan kelembapan udara (hygrometer). Alat ini penting, agar kita mudah mengontrol suhu dan kelembapan dalam ruangan kandang. Letakkan hygrotermometer di dekat lubang tempat ke luar masuknya walet.
3)    Tanaman pengundang serangga. Agar makanan walet tercukupi, maka sebaiknya di sekitar gedung ditanami tanaman yang dapat mengundang serangga seperti tanaman sebangsa petai-petaian akasia, lamtoro, sengon dan lain-lain. Atau dapat juga ditanami kangkung, teratai, genjer dan lain-lain, pada daerah-daerah yang berair di sekitar lingkungan gedung.
4)    Alat penangkap serangga. Alat ini berupa alat penyedot serangga.
5)    Alat untuk mengontrol keadaan sarang. Alat ini berupa tiang panjang yang ujungnya dilengkapi dengan cermin, sehingga si pengontrol sarang tidak perlu naik turun tangga untuk melihat sarang ataupun telur walet. Cukup dengan menggunakan alat tersebut.
6)    Pagar keliling gedung (kandang). Pagar tembok ni dimaksudkan untuk menjaga sarang walet dari pencurian dan hama. Di luar pagar, buatlah parit yang terisi air yang mengalir.

       














No comments:

Post a Comment