SEJARAH ASAL USUL AYAM BURAS
Indonesia adalah negara yang kaya dan bervariasi keanekaragaman hayati. Berbagai jenis flora dan fauna terdapat di Indonesia. Dari berbagai jenis kekayaan keanekaragaman hayati yang dimilikinya, Indonesia dikenal sebagai negara “Mega bio diversity”. Namun di sisi lain, Indonesia juga terkenal akan kerusakan alamnya, dimana hal ini akan berpengaruh buruk pada flora dan faunanya.
Berbagai satwa liar menunjukkan jumlah yang sangat sedikit dan termasuk dalam hewan dalam katagori punah. Dengan melihat kondisi yang demikian memprihatinkan tersebut, perlu kiranya kita turut peduli dan ikut berpartisipasi untuk memulihkan, menjaga dan melestarikan lingkungan yang kita miliki. Termasuk salah satunya ayam-ayam asli Indonesia.
Negara Indonesia dikenal sebagai negara begitu kaya akan flora dan faunanya, tinggal bagaimana kita melestarikan dan mengembangkan. Di antara fauna yang sangat menarik adalah berbagai jenis ayam asli Indonesia. Bangsa unggas seperti ayam merupakan sumber protein hewani yang baik dan harga relatif terjangkau oleh masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan usaha ayam buras merupakan kegiatan yang cukup menjanjikan apabila dipelihara secara intensif. Hal ini disebabkan permintaan pasar domestik masih cukup tinggi dan ketahanan tubuh terhadap penyakit lebih kuat bila dibandingkan dengan ayam ras. Sebelum kita memulai suatu usaha beternak ayam buras dalam hal ini ayam bangkok, ada baiknya kita mengenal beberapa jenis yang termasuk dalam katagori ayam buras.
1. Asal-usul ayam buras
Di Indonesia terdapat berbagai jenis ayam buras, baik yang asli dari Indonesia maupun yang sengaja didatangkan dari negara lain dan telah berhasil dikembangbiakkan. Ayam yang ada kita lihat sekarang ini, berasal dari ayam hutan. Ayam hutan termasuk suku Phasianidae dan mempunyai 4 spesies, yaitu:
a. Gallus varius ( Ayam hutan hijau jawa)
Ayam yang termasuk dalam species gallus varius mempunyai ciri-ciri bulu dasar hitam dengan diselimuti oleh warna hijau yang mengkilat, berujung merah kekuning-kuningan bagi yang jantan, sedangkan pada betina warna bulu didominasi oleh warna coklat. Ayam jantan mempunyai jengger dan pial yang besar dengan warna pelangi dan pada betina perkembangan jengger dan pial cukup kecil dan berwarna merah menyala. Suara kokok ayam jantan jenis ini cukup keras dan nyaring serta tangkas dan gesit gerakannya. Namun, ayam jenis ini mempunyai tingkat stress yang tinggi. Sedangkan pada betinanya, jumlah telur per periode bertelur rendah, yaitu 5 butir. Ukuran telur cukup kecil dan warna telur putih kekuning-kuningan.
Daerah penyebaran ayam ini meliputi hutan-hutan di Pulau Jawa Bagian Selatan, wilayah NTB seperti Lombok, Sumba, Sumbawa, Madura, dan Bali, serta Flores dan Kepulauan Alor.
Ayam yang termasuk dalam species gallus varius ini mempunyai nama yang bermacam-macam, seperti ayam alas (Jawa Tengah dan Jawa Timur), ayam Canghegar (Jawa Barat), ayam cukir (Madura), dll.
b. Gallus gallus (Ayam hutan merah melayu )
Pada umumnya, ayam hutan merah Melayu ini mempunyai ciri-ciri, warna bulu jantan hitam pada bagian dada dan badan bagian bawah. Pada bulu punggung dan sayap berwarna merah menyala.Pial dan jenggernya cukup besar dan berwarna merah menyala. Pada ayam betina bulunya berwarna coklat kemerah-merahan dan bergaris hitam. Telurnya kecil dan berwarna putih kecoklatan.
Ada 5 sub species, yaitu:
1) Ayam hutan merah Jawa (Gallus gallus bankiva)
dikenal dengan nama ayam hutan kasintu. Ayam jenis ini banyak terdapat di hutan-hutan Jawa bagian utara.
2) Ayam hutan merah Cina (Gallus gallus jaboullei)
dikenal dengan nama ayam hutan hainan. Ayam jenis ini hidup dan berkembangbiak di daerah hutan-hutan Cina bagian selatan, terutama di pulau Hainan.
3) Ayam hutan merah Vietnan (Gallus gallus spadiceus ) dikenal dengan nama ayam hutan Tonkin. Ayam jenis ini banyak terdapat di hutan-hutan Vietnam tepatnya di Teluk Tonkin.
4) Ayam hutan merah Bangladesh (Gallus gallus murghi) dikenal dengan nama ayam hutan benggala. Ayam jenis ini banyak terdapat di Bangladest dan India, terutama di teluk Benggala.
5) Ayam hutan merah Sumatra (Gallus gallus gallus)
dikenal dengan nama ayam Sumatra. Ayam jenis ini banyak terdapat di hutan-hutan belantara Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
c. Gallus lafayetti (Ayam hutan jingga Ceylon)
Ayam ini hanya ada dan berkembang biak di pulau Ceylon. Ayam ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. Pada ayam jantan, bulu dada dan badan sebelah bawah berwarna merah kekuning-kuningan. Pada bagian sayap berwarna coklat gelap bergaris hitam. Warna jengger kuning kemerah-merahan. Untuk betinanya, seluruh bulunya berwarna coklat dan jumlah telur per periode maksimal 6 butir.
d. Gallus sonnerratti (Ayam hutan abu-abu India)
Ayam jenis ini lebih dikenal dengan sebutan ayam hutan abu-abu dan banyak terdapat di hutan-hutan India bagian selatan. Ayam tersebut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. Pada ayam jantan, bulu bagian dada dan badan sebelah bawah berwarna abu-abu yang dihiasi oleh warna hijau dan putih. Jengger agak kecil dan berwarna merah. Pada ayam betina, warna bulu dasar badan adalah coklat kehitam-hitaman dengan bagian ujung berwarna putih keabu-abuan. Warna telurnya adalah putih berbintik-bintik coklat muda.
No comments:
Post a Comment