Monday, 14 November 2016

Berak Kapur (Pullorum) Pada Ayam dan Unggas lainnya


Penyakit berak kapur disebut juga penyakit pullorum (pullorum disease). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum. Penyakit ini disebut pula penyakit berak putih (bacillaria white disease).
Penyakit ini umumnya menyerang anak ayam umur 2 minggu. Akan tatapi, menyerang pula segala umur. Berak kapur banyak menyerang ayam yang sudah dewasa, tetapi kematian terbanyak justru pada anak ayam yang masih muda. Jika ayam sanggup bertahan sampai dewasa, justru ayam tersebut akan menjadi carrier (pembawa penyakit) bagi ayam lain. Penyakit ini sering muncul pada saat pergantian musim.
1.    Penyebab
    Bakteri salmonella pullorum.
2.    Penularan
a.    Melalui telur tetas.
b.    Kontak langsung dengan ayam yang sakit.
c.    Melalui kotoran, pakan, dan minum.
3.    Gejala Klinis
a.    Kedinginan.
b.    Bergerombol.
c.    Berdesak-desakan.
d.    Bulu kusut.
e.    Susah bernapas.
f.    Nafsu makan menurun.
g.    Produksi telur menurun tidak stabil.
h.    Daya tetas menurun.
i.    Berak kapur, yaitu kotoran berwarna putih seperti kapur, mencret berwarna putih dan berbusa, sebagian kotoran melekat pada bulu di sekitar anus.
j.    Terlihat pucat.
k.    Lemah dan mengantuk.
l.    Jengger berkerut keabu-abuan dan pucat.
m.    Kepala tertunduk.
n.    Sayap terkulai.
4.    Tanda-Tanda Sesudah Mati
    Infeksi pullorum pada organ dalam.







5.    Pencegahan
a.    Sebagai pencegahan, dilakukan pengobatan melalui air minum selama 3-5 hari pada ayam yang masih sehat.
b.    Segera pisahkan ayam yang sakit dan menyuntiknya dengan antibiotik, misalnya furazolidon, neo-Terramycin 25 soluble powder dengan dosis 2 sendok teh dan dilarutkan dalam 3,8 liter air minum.
c.    Ayam yang sudah parah, sebaiknya dimusnahkan.
6.    Pengobatan
    Pengobatan dilakukan dengan pemberian furazolidon, melalui pakan dengan dosis sesuai dengan ketentuan. Pengobatan pada ayam jantan harus hati-hati karena dapat menimbulkan efek negatif pada buah pelir. Selain itu, dapat pula menggunakan obat-obatan untuk penyakit pullorum yang sudah banyak dijual di toko-toko unggas, sesuai dengan dosis yang dianjurkan.





                                     

                   

No comments:

Post a Comment