Monday, 14 November 2016

Penyakit Coryza Pada Ayam

Penyakit Coryza
Penyakit coryza disebut juga penyakit hemophilus gallinarum infection, rhinitis, rouf, salesma, snot atau pilek. Penyakit ini merupakan penyakit yang akut (mendadak) atau kronis (menahun) pada unggas. Penyakit ini bersifat menular dan timbul akibat perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan. Perubahan cuaca yang sangat berbeda, keadaan sehari-hari yang banyak turun hujan, dan angin, sangat berpengaruh terhadap kondisi fisiologi ayam.
Penyakit coryza menyerang ayam semua umur terutama dewasa. Ayam betina umur 18-23 minggu, sangat rawan terserang penyakit ini. Ayam petelur yang terkena coryza, produksi telurnya dapat turun sampai 20%. Angka kematian karena coryza relatif kecil (mortalitas 30%), tetapi angka kesakitan tinggi (morbiditas 80%).
1.    Penyebab
    Bakteri haemophilus gallinarum.
2.    Penularan
a.    Ayam.
b.    Kalkun.
3.    Jenis (Spesies) Unggas yang Terserang
    Ayam.
4.    Gejala Klinis
a.    Ke luar lendir agak encer, lama-lama mengental hingga menyumbat ujung lubang hidung.
b.    Ayam tampak tidak mau makan.
c.    Suka menyendiri.
d.    Sering menggeleng-gelengkan kepala.
e.    Sayap terkulai.
f.    Mata terpejam.
g.    Muka bengkak.
h.    Tidak aktif bergerak.
i.    Sukar bernapas.
j.    Suara ngorok.
5.    Tanda-Tanda Sesudah Mati
a.    Ayam.
b.    Kalkun.






 6.    Pencegahan
a.    Vaksinasi pada ayam yang berumur 12-17 minggu dengan menggunakan vaksin snot inaktif, misalnya haemovax 0,3 ml per ekor.
b.    Diusahakan, tidak mencampur ayam berbeda umur lebih dari 3 minggu dalam satu kandang.
7.    Pengobatan
    Dengan preparat sulfa. Di toko, preparat sulfa tersedia dalam berbagai merek, misalnya streptomycin, mycomas, ampisol, ultramycin SP, baytryl 10%, dan OS.

No comments:

Post a Comment