Penyakit IBD (Infectious Bursal Disease)
Penyakit IBD (Infectious Bursal Disease) atau dikenal dengan penyakit gumboro merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama bagian bursa fabricious dan thymus yang berfungsi membentuk antibodi atau kekebalan tubuh. Kedua organ ayam ini merupakan benteng pertahanan penyakit.
Kerusakan parah yang ditimbulkan, yaitu tidak terbentuknya antibodi sesudah divaksinasi. Penyakit gumboro tidak menimbulkan kematian secara langsung, tetapi infeksi sekunder sesudahnya mengakibatkan banyak kematian. Penyakit ini umumnya menyerang ayam berumur muda, yaitu < 3 minggu (gumboro subklinik) dan berumur 4-8 minggu (gumboro klinik).
1. Penyebab
Virus IBD.
2. Penularan
Penyebaran penyakit ini dapat berlangsung sangat cepat melalui kontak langsung dengan tempat pakan, tempat minum, pakan, air minum, kotoran unggas, peralatan, pekerja kandang, dan orang (tamu) yang datang dan telah tercemar virus gumboro.
3. Jenis (Spesies) Unggas yang Terserang
a. Ayam.
b. Kalkun.
4. Gejala Klinis
Gumboro subklinik akan menunjukkan gejala-gejala berikut.
a. Mengalami kerusakan sel bursa fabricious, sehingga tidak mampu lagi membentuk kekebalan tubuh dan akan mudah terinfeksi beberapa penyakit menular lain, misalnya marek, ND, dan IB.
b. Pertambahan bobot badan lebih rendah.
c. FCR (Feed Conversion Ratios) tinggi.
Gumboro klinik akan menunjukkan gejala-gejala berikut.
a. Ayam bergerombol seperti kedinginan.
b. Nafsu makan dan minum menurun.
c. Ayam lesu, mengantuk, dan bulu mengerut.
d. Badan gemetar dan sukar berdiri.
e. Bulunya kotor di sekitar anus.
f. Kotoran encer (diare berlendir),keputih-putihan.
g. Dehidrasi.
h. Suka mematuki di sekitar kloaka akibat peradangan bursa fabricious yang terletak di atas dubur.
i. Bila tidur paruh diletakkan di lantai.
5. Tanda-tanda Setelah Mati
Bursa fabricious membesar atau membengkak.
6. Pencegahan
a. Melakukan sanitasi kandang, peralatan, dan lingkungan dengan baik.
b. Vaksinasi gumboro.
7. Pengobatan
Belum ada pengobatan yang efektif. Pemberian antibiotika hanya dapat mencegah infeksi sekundernya.
No comments:
Post a Comment