Penyakit CRD (Chronic Respiratory Disease)
Penyakit ini dikenal dengan nama air-sac disease (penyakit kantong udara) atau Mycoplasma Gallisepticum (MG), Pleuro Pneumonia Like Organism (PPLO), Respiratory Mycoplasmosis. CRD adalah penyakit pernapasan yang kronis (menahun), dapat berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Sulit membedakan penyakit ini dengan penyakit coryza karena keduanya dapat bercampur dan menyerang sekaligus pada ayam segala umur. Akan tetapi, lebih banyak menyerang ayam-ayam muda (4-9 minggu) daripada ayam dewasa.
Penyakit ini lambat menular, tetapi sulit hilang. Angka kematian penyakit CRD tinggi, bila serangan penyakit bersamaan dengan penyakit lain, seperti penyakit ND dan bronchitis. Penyakit ini sulit sekali ditemukan secara mikroskopis dari dalam getah radang dan jaringan yang mengalami perubahan. Hal ini disebabkan kuman ini sulit dibedakan dengan kuman-kuman yang lain. Penyakit CRD dapat lebih sering berjangkit pada musim penghujan.
1. Penyebab
Bakteri micoplasma gallisepticum.
MG dianggap sebagai penyebab utama timbulnya penyakit CRD pada unggas. Umumnya, berkomplikasi dengan bakteri, antara lain escherichia coli dan virus-virus sekunder lainnya.
2. Penularan
Kontak langsung dengan ayam yang sakit, melalui pakan, air minum, peralatan, dan telur tatas yang tercemar penyakit CRD.
3 Jenis (Spesies) Unggas yang Terserang
a. Ayam.
b. Kalkun.
4. Gejala Klinis
Tanda-tanda pada ayam muda, yaitu sebagai berikut.
a. Bila tidak ada komplikasi, tanda-tanda klinisnya kurang jelas.
b. Terlihat adanya kesulitan ketika bernapas.
c. Diikuti oleh napas ngorok, lubang hidung ke luar cairan, bersin-bersin, kepala diguncang-guncangkan, terdengar napas berbunyi melengking yang terdengar pada malam hari.
d. Apabila terjadi komplikasi dengan penyakit-penyakit pernapasan lain (snot, ILT, dan lain-lain), tanda-tandanya akan lebih hebat. Dalam kasus seperti ini, kematian dapat mencapai 30%, sedangkan pada broiler angka kematiannya lebih tinggi, yaitu mencapai 40-50%.
Tanda-tanda pada ayam dewasa, yaitu sebagai berikut.
a. Terlihat lesu dan tidak aktif.
b. Kadang-kadang terlihat mencret (diare).
c. Produksi telur dapat berkurang hingga 50% dan produksi tetap konstan, tetapi rendah meskipun ayam-ayam tidak terlihat jelas menunjukkan tanda-tanda sakit. Angka kematian pada ayam dewasa biasanya rendah.
5. Tanda-Tanda Sesudah Mati
a. Airsacculitis.
b. Pericarditis, peritonitis, dan perihepatitis.
6. Pencegahan
a. Hindarkan terjadinya stres yang disebabkan oleh kesalahan pemberian makan atau minum yang kurang baik.
b. Lindungi terhadap hujan dan angin kencang.
c. Isilah kandang sesuai dengan kapasitas. Apabila kandang diisi melebihi kapasitas, akan menyebabkan udara kotor, ventilasi tidak baik, dan litter basah yang dapat menyebabkan timbulnya CRD.
d. Ayam-ayam yang terkena (terinfeksi) penyakit ini harus segera dipisahkan (diasingkan) karena penyakit ini mudah menular.
7. Pengobatan
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa spesies mycoplasma resisten (tahan) terhadap penicillin, methicillin, amoxicillin, thallium acetate, dan sulfathiasol. Usaha pengobatan pada penyakit ini hanya bersifat sementara.
Beberapa obat antibakteri berkhasiat menyembuhkan penyakit CRD dan dapat diberikan melalui air minum, makanan atau suntikan, yaitu sebagai berikut.
a. Chlortetracyclin.
b. Oxytetracyclin.
c. Lincomycin.
d. Erythromycin.
e. Carbomycin.
f. Streptomycion.
g. Kanamycin.
h. Spiramycin.
i. Doxycyclin.
j. Thiamulin.
Pengobatan dapat pula menggunakan mycomas 0,5 ml/liter air minum atau baytril 10%, dan OS sebanyak 0,5 ml/liter air minum. Selain itu, dapat juga menggunakan suanovil 1-2 g/liter air minum. Pengobatan dilakukan selama 3-5 hari berturut-turut.
No comments:
Post a Comment