AYAM ADU
Ayam aduan adalah ayam jantan dewasa yang pada umumnya memilki bentuk badan yang kompak, atletis dan baik perototannya yang dirawat dan dipelihara untuk tujuan diadu. Pada jaman prasejarah dimana manusia baru mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme, upacara terhadap korban binatang banyak dilakukan baik itu berupa acara sesaji persembahan maupun acara menyabung ayam. Dan sampai sekarangpun upacara adu jago masih ditemui sebagai acara adat disuatu daerah tertentu. Banyak anggapan bahwa sabung ayam merupakan salah satu tradisi atau budaya asli Indonesia. Pada jaman Hindu Kuno, acara menyabung ayam sangat tekenal bahkan acara menyabung ayam dapat memberi semangat untuk mendukung dan memupuk sifat berani prajurit-prajurit jaman itu. Kalau kita berbicara mengenai menyabung ayam, maka lamunan kita ke cerita Anusapati, anak dari Ken Dedes di jaman Kerajaan Singosari, dimana pada saat itu tergeletak mati di arena sabung ayam karena tertusuk leh keris pusakanya sendiri, yang akhirnya dimakamkan di Candi Panataran.
Dibeberapa tempat di Indonesia, upacara adu jago masih dapat kita temukan. Biasanya pada acara tersebut, para peserta membawa ayamnya dalam “kisa” (keranjang yang tertutup yang terbuat dari anyaman daun kelapa atau batang bambu. Biasanya proses pertarungannya berlangsung sangat ulet dan mengasyikkan. Mengapa demikian? Kelincahan untuk berusaha mengalahkan lawan dan mencari posisi yang tepat, ketangguhan dan keuletan serta pukulannya yang jitu, itulah yang menarik dan mengasyikkan untu ditonton.
Acara menyabung ayam sebenarnya bukan hanya di gemari masyarakat di Indonesia saja, tetapi telah berabat-abat lamanya pemeliharaan ayam sabung dan permainan sabung ayam menjadi kegemaran orang melayu, Birma dan hampir seluruh daeah di bumi Indonesia ini, bahkan konon katanya di negara-negara majupun seperti di Inggris ada acara adu ayam yang sangat populer.
Namun sekarang acara menyabung ayam secara resmi telah dilarang oleh pemerintah, karena selain dianggap kejam terhadap binatang juga biasanya pertarungan ini sering dijadikan arena perjudian. Sebetulnya dari segi-segi negatif diatas, masih ada juga segi positif dari manfaatnya secara tak langsung, seperti mencegah terjadinya kepunahan ayam-ayam asli khususnya ayam-ayam jenis aduan. Dari arena aduan juga akan didapat individu-individu pilihan yang unggul dan kuat yang terseleksi.
Bagaimana untuk mendapatkan ayam aduan yang baik?
Mutu dan keungulan ayam untu aduan sangat ter gantung dari
· bentuk fisik
· kemampuan bertarung
· rangkaian silsilah keturunan
· pola warna
· bentuk khas bagian tubuh tertentu
Berdasarkan warna bulunya atau sering disebut”ules” dan ciri-ciri fisiknya ada beberapa sebutan yang khas seperti “batu karang”(keempat jari kakinya pecah-pecah), “ batusanda”(warna kakinya kelabu atau kehitaman) “bagananda”(warna kakinya kuning kemerahan)”Mas-Sinangling”(warna bulunya putih kehijauan dan warna kakinya kuning) dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
1. Jenis Ayam-Ayam Aduan
Jenis-jenis ayam aduan yang paling terkenal saat ini di Indonesia adalah :
1. Ayam Bangkok.
Sesuai dengan namanya, ayam bangkok ini berasal dari Ayuthaya, Bangkok, Muangthai
2. Ayam Aduan Lokal
a. Ayam Sumatra
Ayam ini termasuk jenis ayam aduan yang garang, pandai berlaga dan tangguh dalam beradu. Ayam Sumatra mempunyai bentuk badan yang atletis, bidang, kekar dan tegap. Warna bulu ayam hitam kehijau-hijauan bercampur cokelat, putih serta abu-abu. Kulit mukanya merah, ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna kuning. Jengger berbentuk ercis, Pial menggantung kebawah dan berwarna merah kehitaman.
b. Ayam Bangkalan
Sesuai dengan namanya, ayam ini berasal dari Bangkalan Madura. Ayam ini cukup terkenal sebagai ayam aduan karena pukulan tajinya sangat luar biasa dan selalu tepat mengenai mata lawannya.
Ayam Bangkalan mempunyai pandangan mata yang garang, kokok ayam yang sangat keras dan pendek. Ukuran badan ayam ini tidak terlalu besar, ramping, tinggi dan padat. Jenggernya sangat kecil berwarna merah darah, sedangkan pialnya ukurannya sedang dengan warna merah keungu-unguan.
c. Ayam Banten
Ayam Banten berasal dari daerah banten (Jawa Barat), mempunyai badan yang ramping tegap dan bila berdiri membentuk posisi 60 derajat. Bulunya berwarna putih, cokelat atau kuning kemerahan. Bulu ekornya keras, kaku dan agak pendek.
Ayam banten jantan bersuara keras tetapi pendek. Mempunyai suka berkelahi dan pantang menyerah.
Kaknya cukup panjang mempunyai sisik kecil-kecil berwarna kunig gading, bertaji besar, keras dan runcing .
d. Ayam bali
Ayam asal dari pulau dewata ini merupakan jenis ayam aduan yang yang mempunyai ciri khas dimana mempergunakan taji besi untuk senjatanya dan pada umumnya di adu sampai mati.
Ayam ini berbadan ramping, padat, posisi berdiri tegak bersudut 60 derajat. Bulu sayapnya besar, kaku dan berwarna hitam mengkilat. Sedangkan bulu badannya kecil-kecil, berwarna kuning, putih, coklat atau merah.
e. Ayam Tolaki
Ayam Tolaki ini kemungkinan berasal dari Sulawesi Tenggara. Ayam ini mempunyai ciri-ciri mata merah, bulat, besar dan berkesan galak. Bulu hias pada leher kecil-kecil, pendek, merah darah atau kuning kemerahan. Sedangkan bulu dadanya hitam. Bulu hias punggung berwarna merah atau kuning kunyit.
Ayam tolaki mempunyai sifat sangat liar, gesit dan suka terbang. Sedangkan pada saat bersabung, ayam jenis ini mempunyai sifat pantang menyerah dan berani mati.
f. Ayam Ciparage
Menurut cerita, ayam ini berasal dari Karawang, Jawa Barat. Sifatnya sangat agresif dan tangguh. Dilihat dari warna bulunya, dapat dibedakan menjadi dua yaitu jalak karena hitam seperti burung jalak dan jali emas karena berarna lurik colat kekuningan dan coklat keemasan.
g. Ayam Kedu
Ayam yang berasal dari karisidenan kedu ini mempunyai badan yang kokoh, tegak dengan dada lebar dan besar. Ayam ini walaupun termasuk juga sebagai ayam aduan, juga merupakan jenis ayam buras petelur yang cukup handal produksinya telurnya.
Pilihan Ayam aduan adalah ayam jantan dewasa dimilki bentuk badan yang kompak gan, sangat bagus nih artikelnya, ayuk gan kunjungi artikel kami sabungbanteng.com
ReplyDelete